Sejarah Desa Pesantren

Catatan sejarah pembangunan Desa Pesantren di awali dari periode kepemimpinan Harjodiwirjo sebelum tahun 1936. Pada waktu itu belum banyak hal yang dapat diungkapkan dan kepemimpinan di waktu itu masih berbau feodal. Kemudian pada tahun 1936 s/d 1945 Kedudukan Kepemimpinan Desa Pesantren dipegang oleh Purwanom. Selanjutnya kira-kira pada tahun 1945 kedudukan kepala Desa Pesantren diganti oleh KH. Moh. Dahlan. Beliau memimpin Desa selama + 43 tahun. Yaitu dari tahun 1945 s/d 1985.

Pada waktu pemerintahannya dibangun antara lain :

1. Pembangunan Pendidikan yaitu berdirinya lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak " Pertiwi " dan Rehab /       Pembuatan Gedung Sekolah dasar.

2. Pembuatan Lapangan Desa Pesantren.

3. Pembuatan 3 DAM (Bendungan) sungai untuk mengairi sawah Pertanian.

4. Pembangunan Gedung Balai Desa dan Kantor Desa

5. Pembangunan Pendidikan yaitu berdirinya Madrasah Ibtidaiyyah di Klepusari

6. Peningkatan kesadaran beragama dengan adanya Pembangunan Masjid di 2 Dusun.

Kemudian pada tahun 1987 melalui Pemilihan Kepala Desa, kedudukan beliau diganti oleh Karmain. Dalam Pemerintahan di era ini mulai terjadi pergeseran pembangunan , disesuaikan dengan era Perkembangan. Prestasi yang diraih dalam periode ini selama + 10 tahun ( dari tahun 1986 s/d 1999 ) adalah sebagai berikut :

1. Penataan Wilayah yang tadinya Desa Pesantren terdiri dari 15 RT menjadi 14 RT. Dan 3 RW ( 3 Dusun ).

2. Penataan Perangkat Desa melalui Peraturan Pemerintah ( Perda ) yang mengatur Perangkat Desa menjadi. 1       orang Kepala     Desa, 1 orang Sekretaris Desa, 3 orang kadus, 5 orang Kaur dan beberapa Pembantu Kaur.

3. Pembangunan Jembatan Klepusari melalui Proyek PWKT

4. Pembangunan Senderan Kalen di Depan Balai Desa, Sebelah Timur Wilayah Kadus I Desa Pesantren dan               Grumbul Klepusari ( Kadus III ) RT. 05 dan 04.

5. Pembangunan Pasar Desa melalui Bangdes.

6. Penguatan Kapasitas Lembaga ( LMD, LKMD, PKK, Karang taruna dan Ormas serta ORPOL yang ada.)

7. Kesadaran hukum dan Kamtibmas melalui HANSIP/WANRA.

8. Kesadaran Membayar Pajak.

9. Pembuatan Togor permanen depan rumah warga di wilayah RW 01

10. Listrik masuk Desa.

.